Solusi Berbagai Masalah
![]() |
| source: magitionmember.blogspot.com |
PING!!! “Lagi
sibuk nggak?” Sebuah pesan masuk di aplikasi BBM tiga jam yang lalu. Pesan dari
seorang teman yang sudah lama tak berkomunikasi. Setelah kujawab bahwa diri ini
tidak sibuk, akhirnya dia mulai bercerita.
“Mau
konsultasi ...,” katanya, “aku lagi galau.” Setelah basa-basi, dia mulai
bercerita panjang lebar tentang masalah yang dialaminya. Beberapa waktu lalu,
ia punya mantan pacar yang sudah memutuskan hubungan dengannya karena alasan
yang masya Allah luar biasa. Si lelaki bilang, “Pacaran itu tak ada manfaatnya,
kita putus saja, ya, aku kepingin hijrah.”
Tentu saja,
temanku itu menyambut senang dan baik atas keputusan tersebut. Tanpa ada rasa
kecewa. Selang beberapa bulan, ternyata temanku tadi mendapat kabar bahwa
mantannya itu sudah pacaran lagi. Nah, dia ternyata galau bukan karena
mantannya itu pacaran lagi.
“Ada hal
lain.” katanya. Sampai di sini, saya dibuat semakin penasaran. Apa sebenarnya
masalah dia. Ternyata sewaktu dapat kabar bahwa mantannya itu punya pacar baru,
dia—temanku—posisinya sedang didekati oleh seorang yang sudah berumur 30 tahun.
Padahal umur dia baru 20 tahun.
Karena si
mantan tahu bahwa temanku didekati orang lain, dia langsung mengintrogasi, kepo
tingkat maksimal bertanya ini itu. Dan kemudian bilang bahwa dia menyesal telah
memutuskan hubungannya dan ingin kembalu lagi.
Tentu sama
temanku ini, karena dianggap sebagai teman, dijawab sekenanya saja, dan bilang,
“Urusanku bukan lagi jadi urusanmu, begitu sebaliknya. Dan aku tak ada hubungan
apa pun dengan pria 30 tahun itu.”
Tapi si
pria tersebut malah marah dan semakin mengejarnya, mendekati lagi, bicara soal
menikah, dan lain sebagainya. Padahal waktu itu, dia masih berpacaran dengan
wanita lain. Tentu saja, temanku tahu diri dan menolak mantannya itu.
Berbagai usaha
dilakukan, mulai dari blokir nomor dan bilang berkali-kali kalau tak mau
merusak hubungan orang. Tapi usahanya gagal. Si pria ini tidak menyerah, bahkan
sampai berkali-kali datang ke rumah temanku. Dan mengobrol dengan Mbah.
Temanku ini
serumah dengan mbahnya. Entah apa yang dibicarakan dengan si Mbah, tetapi
karena pembicaraan itu, Mbah mendorong temanku untuk menjalin hubungan dengan
mantannya itu.
Nah,
sebenarnya dia cuma minta pendapatku, bagaimana cara menghadapi cowok seperti
itu. Yang dulu, kata dia, mantannya itu islami banget. Sholat di masjid, celana
tidak Isbal, dan lain sebagainya. Dia
bingung menghadapi tingkah cowok itu yang selalu mengejarnya, berkali-kali datang
ke rumah, tanpa meminta izin dahulu.
Bicara baik-baik
dengan si Mbah juga tidak menyelesaikan masalah, apalagi bicara dengan
mantannya itu. Dia meminta pendapatku, ya, karena sesame cowok alasannya.
Sebenarnya,
aku sendiri bingung dengan pemikiran si cowok itu dan bagaimana cara
menghadapinya. Yah, aku pun berpikir ulang untuk menjawab. Tapi setelah lama
merenung aku coba menjawab, “Ya, begini, kita tahu, yang mampu
membolak-balikkan hati manusia itu Allah. Yang memberi masalah juga Dia, yang member
solusi pun juga Dia.”
“Pernah tidak, kamu datang mengadu, curhat pada-Nya? Shalat malam
dan mengadukan masalah ini padanya. Kalau punya masalah itu tak seharusnya
dipendam sendiri. Ada Allah. Yang MAha Kuasa. Pemberi Solusi. Solusi berbagai masalah itu Dia.”
“Jadi, saranku, pertama. Berdoa, curhat sama Allah, mengadu
kalau punya masalah dan minta petunjuk serta solusinya. Kedua, sedekah. Salah satu
fadhilah sedekah itu menolak bala, bahaya.”
“Dia yang mengatur segalanya. Kita, manusia, punya rencana
sebanyak apa pun, punya berbagai cara untuk menangani masalah apa pun, kalau Allah
tak menghendaki masalah itu selesai, ya tak mungkin selesai.”
“Kamu sudah bilang padanya, sudah menolak berkali-kali,
tetap saja dia mengejar, datang ke rumah. Kamu udah bicara baik-baik sama Mbah,
cerita tentang dia dan segalanya, tetap saja Mbah begitu.”
“Sekarang, mau mengadu kepada siapa lagi? Mau melakukan apa
lagi? Semua usaha sudah dikerahkan tapi hasilnya tetap sama.”
“Ayo, bismillah, balik dan mengadu kepada Yang Maha Kuasa,
Pembolak-balik Hati, Pemberi Solusi. Mau ngadu ke siapa lagi kalau bukan
kepadaNya?”
"Karena dosa, Allah memberi banyak masalah yang bertubi-tubi, ngasih kesibukan yang tak kunjung selesai sampai melalaikan-Nya, hidup terasa ruwet. Mungkin sebab dosa juga, kita dikasih masalah, agar kita kembali pada-Nya, mengingat kembali, bertaubat pada-Nya. Semoga kita selalu dapat hidayah, ampunan dan ridho-Nya. Aamiin."
"Karena dosa, Allah memberi banyak masalah yang bertubi-tubi, ngasih kesibukan yang tak kunjung selesai sampai melalaikan-Nya, hidup terasa ruwet. Mungkin sebab dosa juga, kita dikasih masalah, agar kita kembali pada-Nya, mengingat kembali, bertaubat pada-Nya. Semoga kita selalu dapat hidayah, ampunan dan ridho-Nya. Aamiin."
Akhirnya dia juga mengaku, bahwa dirinya masih susah sholat
malam, ibadah masih kurang, dan lain sebagainya.
“Makasih, ya, sudah mengingatkan dan ngasih saran. Jangan bosan
untuk ngingetin temanmu yang cetek ilmunya ini.”
“Aku juga meminta maaf, tak bisa memberi solusi apa pun. Kalau
pun memberi solusi juga kalau Allah tak menghendaki masalah selesai, ya tak
selesai.”
Ya, begitulah obrolan malam ini. Aku yang fakir ilmu dan
masih banyak maksiat ini memohon ampun kepadaNya. Semoga bisa menjadi pribadi
yang lebih baik dan taat kepadaNya. Aamiin.



aamiin
BalasHapusAsal tidak saat ada masalah saja lho, berdoanya :)
BalasHapus