Hal yang Sering Tidak Diperhatikan
Salam
merupakan salah satu dari sekian adat-kebiasaan orang Islam dalam kehidupan
sehari-hari. Salam juga merupakan doa antar sesame muslim, baik ketika bertemu,
memulai percakapan, pidato, menulis surat, dan lain sebagainya.
Hukum
mengucapkan salam, Assalamualaikum dalam versi singkatnya, adalah sunnah. Artinya,
jika dilakukan maka akan mendapat pahala dan jika tidak dilakukan tidak
berdosa. Namun, hukum menjawab salam ialah wajib, bagi setiap muslim yang
mendengarnya.
Menjawab salam
memang merupakan salah satu dari kewajiban muslim atas muslim lainnya. Tapi banyak
muslim mungkin yang belum tahu atau tidak memerhatikan bacaan jawaban salamnya,
sehingga ada sedikit kekurangan.
Jawaban dari
ucapan salam, “Assalamualaikum.” Biasanya seseorang menjawab dengan “Wa’alaikumsalam”.
Jika diteliti lebih jauh, ternyata jawaban salam semacam ini masih keliru.
Menurut ilmu
Nahwu—ilmu tata bahasa Arab—jawaban, “Wa’alaikumsalam” tersebut kurang benar. Karena
tak sesuai ilmu Nahwu. Dalam susunan kalimat Arab ada yang dinamakan Mubtada’
dan Khobar. Khobar akan selalu ada ketika Mubtada’ muncul.
Mubtada’
merupakan salah satu dari enam kalimat yang Ma’rifat (spesifik/jelas). Dan kalimat
yang Ma’rifat, harus ada salah satu dari enam tandanya Ma’rifat. Di antara
tandanya tersebut adalah Al. Seperti halnya
kalimat “Assalamu’alaikum”, kalimat “Wa’alaikum As-salam” juga terdiri dari Mubtada’
dan Khobar. Khobar merupakan kalimat yang mengikuti Mubtada’. Ada Mubtada’
harus pula ada Khobar. Seperti halnya ketika ada aku, maka harus ada kamu. #Eh.
Jawaban salam terdiri
dari dua kata, “Wa’alaikum” dan “As-salam.” Kalau dilangsungkan, maka berbunyi “Waalikumussalam.”
Apa perbedaannya? Mungkin bisa diperhatikan kata “Kumu”. Berbeda dengan “Wa’alaikumsalam”,
yang meniadakan harokat dhommah dan meneruskan/mewasholkan huruf mim dan
dimasukkan ke Al yang terdapat dalam kata “As-salam.”
Kata “Wa’alaikumussalam”
menurut aturan Ilmu Nahwu benar adanya, karena posisi kata “As-salam” dibaca
dengan mengikutkan Al-nya, sedangkan “Wa’alaikumsalam” tidak membaca Al dalam
kata “Assalam”-nya. Maka dari itu kalimat tersebut salah menurut ilmu Nahwu.
Bahasa Arab
merupakan bahasa yang kaya akan kosa-kata dan makna, bahkan banyak dipakai di
berbagai negara di dunia. Begitu kompleksnya bahasa Arab, salah mengucapkan
harokat huruf saja dapat merubah arti kata itu. Maka, yuk, perbaiki ucapan
jawaban salam kita. Dan mulai membiasakan diri dengan kata “Wa’alaikumussalam.”
Wallahu A’lamu.



Alhamdulillah: )
BalasHapusBertambah lagi ilmu. Terimakasih sudah berbagi postingan yang bermanfaat ini :)
💗💗💗💗💗
BalasHapuscakep. Suwun
BalasHapus