Inilah 5 Manfaat Menulis
Sebenarnya, saya itu tersesat dalam
dunia literasi. Tersesat dalam makna baik tentunya. Tak sengaja dan tak punya
mimpi. Bahkan ketika dulu masih sekolah di Madrasah Aliyah, masih dalam masa
putih abu-abu, pelajaran Bahasa Indonesia merupakan pelajaran yang tak saya
sukai.
Sejak Oktober lalu saya memaksa
diri untuk memulai menulis, walaupun itu cuma curhatan dan tulisan yang masih
kurang kualitasnya belaka.
Menulis baik di sosial media maupun
di blog, ternyata memiliki banyak manfaat.
Pertama, kemampuan retorika
meningkat. Salah satu factor yang bisa membuat kemapuan berbicara (retorika) meningkat
adalah kegiatan tulis menulis. Ketika menulis, apalagi menulis opini, artikel,
cerpen, novel, itu semua punya sistematika, punya susunan yang tersistem.
Ketika diri seseorang membiasakan
menulis, maka mau tak mau kegiatannya itu pasti akan berdampak pada otaknya. Otak
yang pada mulanya dipaksa untuk berpikir bagaimana untuk menghasilkan sebuah
tulisan yang baik, lambat laun akan mulai terbiasa; terbiasa berpikir dan juga
menulis.
Kedua, kejiwaan lebih stabil dan
tenang. Menurut beberapa penilitian, kegiatan menulis sangat berdampak pada
kondisi kejiwaan seseorang. Dalam kasus B.J Habibie misalnya, ketika istri
beliau meninggal dunia, beliau mengalami depresi yang sangat mendalam, atas
saran dokternya, beliau memilih untuk menuliskan kisah mereka yang akhirnya
menjelma menjadi sebuah buku dan difilmkan.
Ketika seseorang dalam kondisi
psikis yang tidak stabil, galau, dirundung masalah, salah satu bentuk pelampiasannya
yaitu dengan mencurahkannya kepada seseorang, atau dalam bentuk tulisan. Bahkan
beberapa kali saya mendapati status teman di BlackBerry (BBM) Messenger, ketika
dia sedang galau karena diselingkuhi oleh pacarnya, dia mencurahkan isi hatinya
ke dalam tulisan di status BBM tersebut.
Terlihat dari status-statusnya,
bahwa dia sangat marah, merasa tidak dihargai, kecewa, sedih, bahkan sampai
memaki-maki mereka yang berselingkuh di belakangnya. Na’udzubillah.
Saya pun merasakan dampak dari
menulis, ketika dalam keadaan gelisah, atau banyaknya pikiran, mencurahkannya
ke dalam sebuah tulisan membuat diri menjadi lega dan sedikit lebih tenang.
Ketiga, menebar kebaikan. Salah satu
metode dakwah yaitu melalui tulisan. Tulisan yang mengandung ilmu, kebaikan dan
manfaat, akan memberi manfaat banyak orang bahkan penulisnya tersebut mendapat
pahala, sampai terkadang dishare oleh
banyak orang karena mereka merasa perlu untuk dibagikan ke teman-temannya agar
mereka juga mendapat manfaat dari tulisan yang dibacanya.
Keempat, penawar. Tulisan juga bisa
menjadi obat penawar atas kegundahan hati seseorang. Berbagi pengalaman
seseorang ataupun diri sendiri ketika sedang susah, lalu berhasil mengatasinya,
bisa menjadi obat penawar bagi penyakit hati, penyemangat jiwa, pembesar hati
orang-orang yang sedang terpuruk.
Kelima, pembuka tabir. Tulisan juga
penyingkap tabir-tabir kebodohan, pembuka pikiran dan juga peruntuh
dinding-dinding ego. Peradaban manusia bisa berkembang pesat seperti sekarang
ini juga akibat adanya tulisan.
Ilmu yang ditransferkan melalui
sebuah tulisan, bisa abadi sampai berabad-abad lamanya, bahkan bisa jadi sampai
hari kiamat nanti. Ilmu yang ditulis akan awet, karena manusia yang sejatinya
adalah makhluk pelupa, maka sangat ‘wajib’ baginya untuk menuliskan ilmu yang
dimilikinya kalau ingin ilmu itu bisa bermanfaat bagi banyak orang.
Ketika peluru hanya mampu menembus
satu kepala, tulisan mampu menembus jutaan kepala manusia secara bersamaan. Masihkah
ragu untuk menulis?



Ngikutin aja~
BalasHapusKamu yang ngikut. Ahaha
HapusMntaap...banyak mnfaatny pokokny dr mnulis...
BalasHapusIya bang. Hehe
HapusTersesat pada jalan yang benar nih ceritanya haha
BalasHapusIya. Haha.
Hapuskeren..suka dengan ulasan ini
BalasHapusPostingannya keren, bermanfaat dan menginspirasi. Terima aksih sudah berbagi ya Mas Rouf :)
BalasHapusIndah sekali tulisan ini 😁
BalasHapus