Tak Terduga




My Document

Aku Ingin
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
Kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
Kepada hujan yang menjadikannya tiada
 --Sapardi Djoko Damono

Sebuah puisi sederhana nan indah. Cinta itu sederhana. Tak perlu ungkapan yang mewah, menggambarkannya dengan kata-kata yang puitis, sangat nyastra, yang kadang tak mampu dipahami orang awam.

Aku tak sengaja membaca puisi tersebut di status seseorang di Facebook. Berawal dari sanalah aku mendapatkan sebuah buku gratis; Love Sparks in Korea, karya Asma Nadia. ^_^ 

Aku yang sejak bulan Oktober lalu bergabung dengan komunitas One Day One Post, mengikuti kuis yang diadakan oleh salah satu admin grub WhatsApp One Day One Post; Mbak Wiwid Nurwidayati.

Ada dua pertanyaan yang diajukan beliau. Pertanyaan pertama, aku telat menjawab, didahului oleh Mbak Dewi DeAn. L Namun, tak kusangka akan ada pertanyaan kedua, yang berbunyi kurang lebih seperti ini, “Aku ingin mencintaimu dengan sederhana; Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu. Kepada api yang menjadikannya abu. Lirik yang dinyanyikan oleh Melly Goeslaw ini ada di buku apa karya siapa?”

Pertanyaan yang mengharuskanku menelisik dan menyusuri bilik-bilik beranda Facebook seorang penyair, penerjemah, dan sekaligus penulis yang sekarang berada di Kairo. 

Beberapa menit kemudian, aku menemukannya. Dan kebetulan teman-teman yang lain belum ada yang menjawabnya, langsung saja kujawab dengan mantab! :D 

Aku tak menyangka, bahwa keisenganku menyusuri dan membaca beberapa status orang tersebut berbuah menjadi buku. Memang benar apa yang termaktub dalam hadist. 

Salah satu cara yang bisa dilakukan jika ingin rezeki lancar, umur panjang, maka sambunglah silaturrahmi. Silaturrahmi tak hanya untuk kerabat saja. Namun juga bisa dengan memperbanyak kawan dan kenalan.

Yah, saran bagi Mbak Wid, semoga kuis dan berbagi bukunya diadakan sebulan sekali. :D
 
Semoga buku yang diberinya bisa bermanfaat buatku, juga untuk orang lain. Semoga. 

Orang yang bersedekah sejatinya ialah pelit. Karena harta yang nampaknya berkurang, justru akan semakin bertambah dan besok di akhirat juga ia sendiri yang menikmati balasannya.

Dan orang yang pelit—tidak suka bersedekah, sejatinya ialah orang yang derwaman. Karena ketika ia meninggal, harta yang ditumpuknya akan diwarisi oleh keluarganya. Namun kita terkadang lebih memilih menjadi dermawan—tidak suka bersedekah, daripada menjadi pelit untuk keuntungan diri sendiri di akhirat kelak. 

Manakah kehidupan yang lebih baik, dunia fana atau akhirat baka?









Komentar

  1. Blognya ganti toh, dek? Hahaha saya padahal hafal di luar kepala itu puisi. Favorit banget sama SJD. Kalau aja saya sandby pasti dikau kalah cepat :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Ganti. Hehe.
      Sayangnya mbak gk standby :P

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer